Review Novel Labirin Rasa

labirin-rasa-coverJudul Buku : Labirin Rasa

Penulis : Eka Situmorang-Sir.

Penerbit : Wahyu Media

“Cinta sejati itu harus dicari dan mengorbankan banyak hal termasuk hati”. Kayla ayu, seorang mahasiswi yang super cuek dengan penampilannya. Rambut tak terurus, gendut, dengan jerawat bertebaran diwajahnya, hobi bercinta dengan gunung, ciuman dengan motor, dan berkelakar dengan pantai. Nilai IPKnya yang jelek telah mengubah banyak hal dalam hidupnya…

Kok bisa?

Dimulai dari orang tuanya yang marah, Kayla berencana mengunjungi yangtinya dan memulai kisah percintaannya yang pelik seperti Labirin Rasa.

Di kereta api menuju Jogja, Kayla bertemu dengan Ruben, pria tampan berkulit putih, bule, pujaan banyak wanita yang mengubah hidupnya dimasa mendatang. Dengan awal merasa annoying karena kayla cerewet, ternyata Ruben menaruh hati dengan kebebasan Kayla dan satu persamaan: Tidak Suka Ramalan. Kayla yang ceplas ceplospun dari awal sudah tertarik dengan Ruben, terlebih lagi ia menemukan surat peninggalan kakeknya yang berkata bahwa ia akan menemukan “pangeran fajar” nya  . Segala “clue” yang diberikan kakeknya menjurus ke arah satu nama: Ruben. Aneh memang mengingat kayla tidak pernah percaya akan ramalan. Ternyata prasangka bahwa Ruben adalah pangeran fajarnya berbalik menyakiti hatinya. Dimulai dari ciuman pertama Ruben yang spontan dan menumbuhkan cinta Kayla, tetapi Ruben lebih memilih Veni, gadis dengan kaki tinggi,terawat, dan pinggang kecil yang saat itu menjadi HTSnya.

Sakit hati kayla mendorongnya melakukan perjalanan ke banyak tempat untuk melupakan sakit hatinya kepada Ruben. Mulai dari mendaki Gunung Bromo, bertemu pria bule pecinta anjing dengan segala daya tarik di Bali, Lombok yang eksotis, sekamar dengan wanita lesbi di Makassar, hingga akhirnya bertambat di Medan tempat darah “Siringo ringo”nya berasal sekaligus mengejar Ruben. Kayla bertemu dengan Patar, paribannya disana yang telah banyak mengubah hidupnya. Kayla mengerti kejujuran cinta, pengorbanan, kenyataan yang menyakitkan, dan ketulusan.

Cinta itu ibarat labirin rasa. Semakin kamu ingin keluar, semakin jauh kamu tersesat.

Bahasa santai serta “nyablak” ala kak @ceritaeka membuat pembacanya terlarut dalam berbagai plot situasi dan emosi. Jujur saya mengalaminya, mulai dari ketawa ngakak, sedih, sampai menangis ketika membaca novel ini dari awal sampai akhir. Bahkan saya menyangka si Kayla ini adalah karakter ego kak @ceritaeka saking realistisnya.

Ada beberapa hal yang menjadi kekurangan di dalam novel ini yaitu penggunaan panggilan seperti “aku”, “gue”, “yangti”,”yangkung” yang tidak konsisten. Beberapa alur cerita juga terkesan terlalu loncat-loncat seperti ketika Kayla pergi ke batimurung Makassar bersama beberapa temannya yang tidak tahu bertemu dimana tiba-tiba bareng berangkat kesana. Banyak typo dalam novel dan beberapa penggunaan istilah daerah juga di dalam novel. Saya sebagai followers @ceritaeka memaklumi karena memang kak eka ratu typo.hehehehe.. Tapi next novel sepertinya harus dikurangi ya kak. Untuk penggunaan bahasa daerah juga kadang suka ada beda antara pengucapan dan penulisan, dan itu menjadi point penting ketika menulis supaya pembaca mengerti maksudnya.

Overall Labirin Rasa adalah novel travelling romance yang recommended untuk dibaca serta banyak memberikan inspirasi dalam hidup karena bahasa yang ringan seringan kapas dan cerita yang real seperti memandang dibalik kaca. Buku ini menjadi salah satu buku favorit saya.

Four recommend for Five Excellent (^_^)

smartfren

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s