Cara merawat rambut rusak dan kasar dengan produk creambath

Kali ini, aku akan share tentang cara merambut rusak secara alami. Teman, kamu pasti pernah kan punya masalah rambut rontok? Selain rontok, bercabang, ketombe bahkan kutu, hiiiii… serem deh pokoknya pas ngebayangin rambut kamu punya masalah seperti itu. Tahu gak sih, penyebab utama permasalahan rambut kamu adalah diri kamu sendiri lho! Kenapa? Karena rambut yang bagus pasti memiliki pemilik yang apik merawat dan memperhatikan kesehatan rambutnya. Kamu punya masalah rambut diatas, Teman? Jangan khawatir karena banyak solusi yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan rambut indah bak putri raja. Salah satunya adalah dengan merawat rambut rusak, rontok, bercabang akibat bleaching, pelrusan, keriting, sering dicatok dan diwarnai dengan produk perawatan rambut yang berbentuk cream. Apakah kamu tahu tentang Makarizo Hair Energy yang melengkapi cara merawat rambut rusak dengan bahan yang alami ? Makarizo hair energy ini meraih penghargaan Top Brand sebanyak tiga kali ( tahun 2012, 2014 dan 2015 ). Variannya pun beragam, ada hair energy creambath royal jelly, hair energy creambath aloe vera, dan juga hair energy creambath kiwi. Makarizo hair energy creambath bisa dilakukan kapan saja tanpa menyita banyak waktu kamu. Dariapada kamu repot dan tidak banyak waktu menjalankan cara merawat rambut secara tradisional, lebih baik kamu menggunakan Makarizo hair energy cream creambath yang lebih mudah. Bagaimana cara menggunakan Makarizo hair  energy creambath? Yuk simak di sini.

Ada beberapa cara untuk membuat rambutmu lebih sehat, salah satunya creambath. Creambath pastilah bukan kata yang asing bagi kamu kan? Sebagian dari Kamu mungkin rutin melakukan setiap bulannya. Nah creambath adalah salah satu cara alami yang aman untuk mengatasi masalah rambut. Creambath disinyalir dapat menjaga kealamian dan kesegaran rambut dengan cara pemberian nutrisi pada rambut melalui cream khusus. Creambath bisa kamu rasakan manfaatnya jika disertai pijatan-pijatan pada kepal. Ini membuat nutrisinya menyerap ke dalam akar rambut kamu. Creambath juga baik bagi rambut yang mengalami pengecatan, terkena sinar matahari secara langsung, ataupun pengeritingan dan pelurusan. Kandungan vitamin B5, vitamin C serta anti oksidan yang terkandung dalam Makarizo hair energy bisa melindungi rambut dari kerusakan dan memperbaiki rambutmu yang mulai rusak.

Creambath juga berfungsi untuk memberikan nutrisi pada rambut sehingga nantinya peredaran darah akan lancar, dan rambut pun bisa terhindar dari masalah kerontokan. Creambath juga cara ampuh untuk mengatasi masalah rambut seperti: ketombe, gatal, kusam, bercabang, dan lepek. Inget gak sih kapan terakhir kali kamu creambath?

Ketika Kamu creambath, nantinya akan ada beberapa varian cream yang bisa Kamu coba. Masing-masing cream memiliki manfaatnya masing-masing. Sebaiknya Kamu memilih cream yang sesuai dengan masalah rambut kamu. Buat kamu yang gak mau ribet, bia coba gunakan Makarizo Hair Energy Creambath, wanginya gimana? Dijamin wangi banget seperti creambath di salon. Selain lebih mudah, lebih tidak menyita waktu kamu yang sibuk dan tidak sempat ke salon lho! Nah untuk kamu yang memiliki rambut kering, sebaiknya gunakan Makarizo Royal Jelly yang ditujukan untuk merawat rambut kering, rusak dan bercabang. Bagi yang ingin menyuburan, menghitamkan rambut, dan menghindari patah, kamu bisa gunakan Makarizo Aloe Vera. Nah untuk kamu yang memiliki rambut diwarnai atau diluruskan sebaiknya gunakan Makarizo Kiwi ya.

HE royal jelly  HE aloe veraHE kiwi extract

Bagaimana caranya creambath di rumah? Nah berikut ini adalah beberapa tahapan yang Kamu lakukan ketika akan creambath di rumah:

  1. Cucilah rambut terlebih dahulu dengan menggunakan shampo yang sesuai dengan jenis rambut. Lalu keringkan dengan handuk hingga setengah kering.
  2. Bagi rambut menjadi empat bagian. Bagian belakang dibagi menjadi dua bagian, atas dan bawah. Kemudian dibagi lagi menjadi dua sisi, kiri dan kanan, jika ada penjepit rambut maka jepit rambut kamu.
  3. Olesi kulit kepala pada setiap bagian rambut dengan cream. Arah pengolesan sebaiknya dilakukan dari atas ke bawah dan disertai pijatan ringan.
  4. Setelah semua bagian selesai di olesi, pijatlah kepala secara teratur, dengan lembut dan perlahan selama kurang lebih 5-15 menit.
  5. Satukan rambut di bagian atas kepala. Lalu bungkuslah kepala dengan handuk yang telah direndam air hangat atau steamer. Untuk penggunaan steamer dapat diatur waktunya sekitar 15 menit, namun untuk penggunaan handuk, jika handuk mulai mendingin, segeralah ganti dengan yang hangat. Lakukanlah secara berulang-ulang selama 10-15 menit.
  6. Cuci rambut kembali hingga bersih dengan menggunakan air hangat. Bila kandungan lemak dalam cream yang digunakan terlalu pekat, gunakan shampo untuk pencucian. Setelahnya dapat memakaikan hair tonic untuk melengkapi perawatan.

Gampang kan? Kamu tidak perlu repot ke salon dan tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk perawatan rambut kamu. Kalau ada yang lebih murah dan sama manfaatnya, buat apa pilih yang mahal kan?

Sepotong kue bernama Ramadhan

Apalah arti sepotong kue, begitu katamu..

Namun kue ini menarik perhatianku, dengan bentuk bulat sempurna dan wanginya yang menarikku masuk untuk mencoba kenikmatannya.

Kue ini dijual di toko di seberang jalan itu. Hanya buka satu tahun sekali dan tak perlu mengetuk ketika kakimu menginjakkan jejaknya di depan toko itu.

Toko itu memiliki pintu berbentuk bulan sempurna dan hanya bersinar ketika toko itu buka. Interiornya sederhana, tak ada emas, intan atau berlian. Yang ada hanya kenyamanan yang dibalut rasa rindu saat memasuki ruangan yang tidak terlalu luas tersebut.

Di pojok ruangan toko tersebut terlihat sang tukang roti sedang membuat adonan. Penasaran, aku mendekatinya untuk mencari tahu bagaimana kue itu bisa terbentuk. Rumit sepertinya, dengan banyak komposisi dan peralatan yang mungkin aku sendiri tidak tahu namanya satu persatu.

Tukang roti itu berkata, “Kue ini sederhana, namun jika kamu menikmatinya maka kamu akan merasakan nikmatnya surga”. Begitu katanya.

“Berlebihan”, gumamku.

Lalu tukang roti itu mulai mencampur banyak komposisi kue, mengaduknya dan membentuk adonan. Ia gagal membuatnya pada adonan pertama, begitupun kedua, ketiga, keempat, kelima,… hingga ia mulai membentuk adonan bulan mendekati sempurna pada percobaan ke 15.

“Mengapa tak kau bentuk bulat sempurna adonan itu? ” Tanyaku.

“Kau tahu berapa lama aku bisa membentuk adonan seperti ini , nak? 40 tahun. ya, 40 tahun aku baru bisa membuat adonan seperti ini” , ujarnya.

Mengapa selama itu ia membuat adonan? Lagipula adonan itu tidak bulat sempurna. Tanyaku dalam hati.

Di sudut toko itu aku menunggu. ahh… wanginya tak seperti kue lainnya. Biasanya kue berbau manis, sedikit busuk ketika komposisinya tak pantas, dan memuakkan ketika dihirup terlalu lama. Kue ini memiliki wangi yang  ringan bagai udara dalam hutan pinus yang rindang, sejuk bagai hembusan angin di panas terik, hangat bagai perapian di musim dingin, dan nyaman serta tak pernah puas untuk menghirup wanginya berlama-lama.

Kucoba menggigitnya di ujung bulatan itu, rasanya menari indah dalam rongga mulut seakan memberikan irama menyenangkan. Terbersit dalam benakku, aku harus bisa membuat kue seperti itu.

Niatku tak berhenti sampai disitu. Ku mencari apapun yang bisa menjadi bekalku untuk mulai membuat kue itu. Berkali-kali aku mencoba dan selalu gagal lagi dan lagi. Namun tak berhenti keinginanku untuk membuat kue yang lebih sempurna dari sang tukang roti buat.

Saat aku mulai lelah, aku belajar untuk berusaha lebih giat.

Saat aku mulai jenuh, aku belajar untuk bersabar.

Saat banyak halangan menghadang, aku belajar untuk berjuang.

Saat aku menyerah, aku belajar untuk bangkit dan bangun meraih impian.

Saat aku salah, aku mencoba untuk membuat keadaan lebih baik dari sebelumnya.

Sepanjang waktu itu aku mulai berpikir, sepertinya kesempurnaan itu tidak ada. Yang ada hanya aku belajar untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Saat itu aku sadar, segala kesempurnaan tentu milik Tuhan Sang Pencipta segala sesuatu yang diinginkan-Nya.

Seketika itu aku sadar, bahwa kue itu hanyalah benda yang melatih seseorang menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu dan belajar menjadi individu yang lebih bermakna di dunia ini. Dan terima kasih tukang roti, kau mengajariku mencari makna dari sepotong kue bernama “Ramadhan”.

Catatan, 5 July 2014

Mentari mulai menghilang tak menampakkan secercahpun cahaya pada langit saat ini. Di sudut sana suara alunan ayat suci mengalun dengan indahnya dari pengeras suara yang sudah mulai rapuh. Daun jendela kamarku terbuka lebar, kuhirup dalam-dalam wangi malam ini dan menikmati desiran angin yang mulai lembut membelai rambutku. Menyejukkan, dengan suasana tenang dan syahdu. Kutengadahkan kepalaku menatap langit yang mulai kelam, berharap ada bintang di sana. Kutemukan beberapa bintang yang malu-malu menampakkan sinarnya di atas sana. Menatap mereka sembari berpikir apakah singgasana Tuhan ada di atas sana? Aku ingin meminta sesuatu saat ini sebelum berganti hari. Meskipun aku tau, Tuhan tak melulu ada di langit. Menengadahkan tangan ke atas tak melulu berarti meminta karena Tuhan ada di atas sana bukan? Setahuku Tuhan itu ada di dekat semua makhluk-Nya, merangkul dan menenangkan jika para makhluk-Nya meyakini keberadaan-Nya,tentu.

Namun malam ini sedikit terasa berbeda, ada satu harapan yang selalu dipanjatkan saat menjelang pergantian usia. Aku hanya berharap kebahagiaan dunia akhirat untuk kedua orang tuaku, aku, dan keluargaku. Sederhana memang, tapi aku selalu bahagia jika berada di tengah keluargaku. Entah apa yang akan terjadi jika keluargaku tidak berbahagia, mungkin separuh tubuhku mati dan sulit untuk bergerak. Terima kasih Tuhan sudah mengabulkan permintaanku setiap tahunnya.

Bolehkah aku menambah beberapa permintaan kali ini? Tentu Tuhan sudah mengetahui apa yang akan kuminta. 2 doa untuk kedua orang tuaku, 1 doa untuk kakakku, 1 doa untuk adik-adikku dan 1 doa untukku sendiri.

Hai malam, jangan jadi terlalu dingin saat ini. Hangatkanku yang mulai menggigil, temaniku menyambut pergantian ini dengan belajar lebih bersyukur dan dewasakan caraku berpikir tentang kehidupan. Tentu banyak kesalahanku perbuat di masa sebelumnya dan perbaikan atas segala kesalahan akan berlangsung dari waktu ke waktu. Entah waktuku di dunia ini berapa lama, yang jelas ku tahu Tuhan sudah menyiapkan rangkaian kehidupan di esok hari hingga Dia menjemputku kelak. Keyakinan bahwa jalan hidup akan selalu indah walau banyak halangan atau kesedihan, air mata bahagia atau tangisan, peluh kerja keras maupun cacian, semua sudah diatur seksama dan diatas itu semua seorang manusia diuji saat di dunia.

Hai fajar, saat engkau datang kelak berilah semangat baru bagiku. Semangat untuk menjalani hidup baru setiap harinya, semangat memperbaiki diri, semangat untuk membahagiakan orang lain di sekitarku. Bantu aku menghadapi aral yang melintang dan sinari langkahku yang terkadang buta serta dibayangi kelam.

Hanya itu sekelumit hal yang bergulat di kepalaku kini. “Tidurlah sayang maka akan kau temukan hari esok yang cerah menemanimu mengarungi hidup”. Begitu ujar benakku pada jiwa yang mulai lelah ini…

 

 

Catatan, 5 July 2014

 

Get Lost To MAKASSAR #NekaTrip part 1

Well gue baru buka blog yang udah lumutan ini. Akhirnya gue inget kalo harus nyimpen beberapa cerita lagi di sini. Hehehehe…

Nah, kali ini gue mau cerita tentang NekaTrip gue tahun 2013 lalu, kenapa gue bilang NekaTrip? Ini trip paling nekat gue, udah jauh, pake tiket pesawat orang, bawa uang minim, dan engga ada planning apa mau kemana.

Dimulai dari seorang teman, sebut saja Vieka (nama sebenarnya) tiba-tiba ngajak gue buat pergi ke Makassar. Tapi persoalannya, tiket pesawat sudah di booking atas nama temennya. Nah, karena kita naik AA (kebetulan masih mengudara dengan rute JKT_UPG waktu itu) yang notabene susah buat balik nama dan ternyata tiket yang mereka beli adalah tiket promo jadilah gue seorang pemalsu KTP (please dont try this at home, EVER!) yah dengan segala upaya lah ya, akhirnya gue bisa lolos penerbangan ke UPG saat Seandainya tiket promo itu bisa diganti nama kan engga begini ceritanya, tapi ini bukan pembelaan sih karena gue juga sadar gue salah. Sebagai pengingat kesalahan gue, itu KTP gue museumin di lemari sampai sekarang 🙂

Singkat cerita, kami berangkat ber-4 dan all ladies. Modal nekat dan 2 orang sudah punya rencana buat ke Toraja, dua orang lain (gue sama Vieka) cuma stay 1 hari dan entah kita mau kemana nantinya. Wussshhhhh!!! Seketika kita sampailah di Bandara Hasanuddin, Makassar pukul 01.00 WIT dini hari. Celingukan bingung mau kemana dulu soalnya kita mikir jam segitu sudah tidak ada bis dari bandara ke pusat kota. Oke, kita ngopi dulu lah dan merogoh kocek lumayan dalam untuk 1 gelas teh tarik instant saja dihargai 28 ribu rupiah! Maknyak, niat bekpekeran malah boros 😦 Dan akhirnya salah satu dari kami menelepon temannya yang ternyata mau jemput (Thanks God ada kendaraan&guide kata gue dalam hati), nunggu sekitar 2 jam karena ternyata yang mau jemput ketiduran, akhirnya ketemu juga sama pria Makassar ini. Sebut saja namanya Angga (tentu nama sebenarnya). Kenalan, tanpa babibu masuk mobil dan kita bingung mau kemana. Diajaklah kita ke pantai tak berpasir (ini sebutan dari Angga) di daerah Maros. Cuma danau buatan sih menurut gue, tapi anginnya coy!!! KENCENG kayak dipantai! Dan kitapun ngobrol dulu disitu sambil nunggu subuh & ngilangin ngantuk (yang emang sebenernya udah ngantuk banget karena kita engga tidur). Cus subuh kita beranjak ke Masjid Agung di daerah Maros, lupa nama mesjidnya apa. Kita numpang mandi di sana dan beribadah tentunya. Dan pagi itu keren banget menurut kami karena bisa lihat sunrise yang keren di sana. Sayang fotonya ada di HP Vieka 😦

Oke skip. Selepas kita bebersih, akhirnya kita melipir ke rumah Angga. Disambut oleh nenek yang luar biasa gaul, padahal giginya sudah habis semua lho tapi semangatnya buat ngobrol sama kami ber-4 itu patut diacungi jempol! Beliau bercerita banyak tentang pengalamannya yang sering berkunjung ke berbagai tempat dan juga bercerita tentang Jakarta jaman dulu. Ah ketje deh neneknya Angga! 😀 Tentu saja diselingi promosi cucunya yang masih jomblo ditengah obrolan 😛

Akhirnya kita berencana untuk pergi ke Rammang-Rammang di daerah maros. Sebenernya kita penasaran sih ada apa disana. Katanya sih, belum menjadi objek wisata yang sering dikunjungi orang. Rammang-Rammang sendiri merupakan desa di daerah Maros yang masih tergolong tradisional. Dikelilingi dengan bukit karst membuat desa ini menarik. Sebenarnya mau menginap di sana karena mau lihat kunang-kunang, tapi apa daya kita cuma punya waktu sebentar disana. Dimulai dari trekking menuju persewaan perahu, kami menjumpai banyak hal yang unik. Beberapa ekor kambing yang bisa naik bukit karst misalnya. Engga percaya ? Nih ada fotonya 😛

Image

Pemandangan di desa rammang-rammang ini juga tidak kalah menarik dengan pantulan langit pada persawahan yang belum ditanam menambah ketertarikan tersendiri buat gue. Langsung liat penampakannya aja ya 🙂

Image

Image

Image

Image

 

 

 

 

 

 

 

 

Perjalanan kami lanjutkan menggunakan perahu menyusuri sungai di desa Rammang-Rammang ini. Kami bener-bener menikmati pemandangan saat itu dengan kanan-kiri tebing karst dan udara yang sejuk 🙂

 

Image

Narsis dulu boleh kan? 😛

Image

 

Image

Image

Image

Kami pun diajak sang empunya perahu untuk mengunjungi Taman Bidadari tapi sebenarnya bentuknya seperti telaga atau mata air namun cukup luas. Katanya sih menurut penduduk di sana, telaga ini tempat berkumpulnya bidadari mandi. Wih, berharap sih waktu sampai kesana lagi ada bidadara yang mandi *eh 😛

Ternyata untuk mencapai tempat ini kita harus trekking melalui hutan, rawa, dan gua. Jauhnya yah lumayan lah ya sekitar 30 menit dengan medan yang lumayan licin  karena sebagian besar berupa rawa dan saat itu kami datang setelah hujan. Selain itu turunan yang dilewati juga cukup curam jadi harus berhati-hati dan ingat: GUNAKAN ALAS KAKI YANG SESUAI. Kalau engga pake sendal gunung, nyeker lebih aman. Menurut warga sekitar, air di Taman Bidadari ini bisa membuat awet muda. Yah secara logisnya sih, Taman Bidadari ini merupakan mata air murni yang mengandung banyak mineral yang bagus untuk kulit 🙂

Berikut penampakannya (model include 😛 )

Image

Image

Image

Setelah dari Taman Bidadari ini, kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke tempat awal menggunakan perahu. Pengalaman luar biasa yang terasa saat itu. Karena sudah mulai panas, kami buru-buru kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan “kejar tayang” kami. Mau tau kemana lagi setelah dari Ramman-Rammang? Tunggu Postingan selanjutnya ya 😉

 

 

To Be Continued to #NekaTrip Part 2

Perkenalkan, namaku adalah rindu

Hai pekat, perkenalkan namaku adalah rindu. Terkadang aku hadir tak bertuan, tak diinginkan dan tidak melihat paparan suasana sang durja. Aku hadir untuk menjelaskan makna sebuah asa, menyelipkan harap, dan mengagungkan rasa. Kedatanganku membawa beberapa kenangan, banyak kisah dan sejuta diorama kehidupan. Kepergianku justru meninggalkan penyesalan, beberapa bait tentang kehilangan, dan alinea yang belum tuntas tertuang melalui tinta emas kehidupan. Aku terlahir dari sejumput kasih seorang insan, sekelumit peran dalam teater drama Tuhan yang disebut dunia. Pada dasarnya aku kekal adanya selama manusia masih bersimbiosis dan mengukir sebuah jejak sejarah pada tanah, udara dan langit. Lalu apa yang bisa membuatku mati langkah? Aku bisa menghilang seketika hanya dengan melalui sebuah PERJUMPAAN.

Sepenggal cerita tentang kita (sebuah cerpen)

Mentari terbit ketika sekilas sapaan pertama menghampiri gadgetku. Tring! “Halo”, sapamu. Entah apa yang membuatmu mengirimkan sapaan itu. Tak terpikir saat itu untuk berbicara menggunakan hati yang sudah lama tak berpenghuni ini. “Ya, saya. Ada apa ya?” jawabku. Lalu perbincangan bermula tak berujung saat itu. Hmmm… Menarik. Pikirku. Setelah perbincangan yang tidak singkat itupun aku kembali menekuni pekerjaanku. Yah, pekerjaan ini berat tapi tidak seberat kehidupanku yang penuh liku. Menyenangkan untuk bermain kata dan gambar dalam pekerjaanku. Sekejap saja aku melupakan perbincangan tak berujung darinya.

Tring! Muncul lagi pesan dalam gadgetku mengagetkanku yang sedang serius menekuni lappy kesayangan di depan wajahku. Oke, klien mungkin. Pikirku. Lalu kubuka gadgetku dan mendapatkan satu pesan darinya. Oh, dia. Nanti sajalah kubalas setelah tidak sibuk, pikirku. Lalu perbincangan tak berujung ke dua pun dimulai. Oke, aku sebagai objek menderita ketika berkenalan dan beradu pendapat dengannya. Tidak jadi masalah dan itu ternyata MENYENANGKAN! 🙂 kelampun mulai menyapa dan tak terasa dia sudah menemani hariku yang penat dengan setumpuk tanggung jawabku saat itu.

Dan itu terjadi setiap hari. Oke , bukan masalah karena sudah ada persetujuan “no heart feelings” sebelumnya. Tak ada yang akan marah atau memiliki perasaan lebih satu sama lain. Just friendship with no benefit 🙂

Tiba saat aku berencana mengunjungi salah satu tempat dimana memori tentang masa lalu terpatri kuat hingga kini. Tempat dimana sinyal susah didapat dan oke tidak akan ada koneksi dengan dunia luar dan aku terbebas dari pekerjaanku untuk sementara. Mengusir jenuh dan penat yang menumpuk puluhan hari dalam benak. Beberapa hari disana justru aku merasakan sesuatu yang beda. Bukan sedih atau pilu karena beberapa tempat mengukir kwnangan tentang masa lalu. Justru terlintas pertanyaan: apa kabarnya, orang yang menyebalkan namun sudah mengisi hariku beberapa hari itu. Menghubunginya? Ah aku terlalu gengsi untuk menghubunginya duluan. Toh itu bukan kebiasaanku karena aku tidak ingin bermain hati saat ini. Menikmati kesendirian yang dipenuhi sederetan pekerjaan serta teman perjalanan yang mengisi hidup dqn mewarnai setiap langkah kaki ini. Lalu aku berpikir lagi, buat apa aku memikirkannya? Sudahlah tak ada yang istimewa dengannya. Ujarku dalam hati.

Beberapa hari di tempat penuh kenangan itu sedikit menyegarkan pikiranku. Selain udara yang bersih serta tempat yang dingin, menjalin kenangan baru bisa menyegarkan pikiranku. Lalu tiba saatnya kembali ke peradaban dimana manusia saling menjatuhkan untuk mendapatkan jabatan dan mencari muka untuk mendapatkan perhatian lebih demi keuntungan pribadi atau perusahaan. Tiba-tiba…. Tring!! Muncul satu pesan dalam gadgetku. Malas kubuka karena masih ingin menikmati perjalanan menuju tempat yang ku sebut rumah. Tempat dimana kehangatan serta bahagia, tujuan hidup dan belahan hidupku berada. Kedua orang tua, adik, kakak yang menjadi semangat hidupku kini setelah impianku terhapus saat dia di masa lalu itu pergi.

Padatnya perjalanan yang menempuh jarak lumayan menguras waktu dan tenaga membuatku bosan berlama-lama memandangi jendela dan hamparan jalan dan padi yang baru akan ditanam sang petani di sana. Kubuka gadgetku dan kubaca pesan yang masuk disana. Ternyata “dia” yang mengirimkan pesan. Sedikit bercanda kutanyakan apakah dia rindu? Dengan sedikit mengelak ia berkata tidak. Namun setelah aku bertanya lagi akhirnya dia mengakuinya. Entah saat itu perasaan apa yang ku rasa, antara kesal dan senang. Yah mungkin itu yang disebut “complicated” oleh avril lavigne. Dan dia menemaniku (lagi) dalam kepenatan perjalanan pulang yang melelahkan.

Tepat 1 bulan pertemanan ini terjalin dan aku mulai membaca karakteristiknya yang unik. Oke, seorang drummer yang bisa bernyanyi dan bercita-cita menjadi manager sebuah tim sepak bola. Menarik kurasa, dan itu masih tidak menjadi ketertarikanku terhadapnya.

Tiba saat satu ide gila muncul, oke sepertinya seru bertemu dan melakukan perjalanan yang tidak terlalu melelahkan. Mengunjunginya mungkin ide buruk tapi yah, mumpung sekalian mengunjungi sanak saudara yang sekota dengannya. Oke, dan terealisasikanlah ide gila tersebut. Dengan modal backpack dan selembar tiket aku berangkat sendiri menuju kota itu. Malam menyambutku di kota itu. Menunggu sepupuku yang akan menjemputku sembari berbicara serta bertukar pikiran dengan pasangan yang sudah berumur yang sama-sama menunggu dijemput oleh sanak saudaranya. Tak lama jemputanku datang dan membawaku ketempat dimana aku akan menginap malam itu. Kenapa tidak dia yang menjemput? Ah entahlah, aku tidak begitu peduli. Terpenting sekarang aku bisa mengunjungi sepupu, om dan tante di rumahnya serta tidur beristirahat tentunya.

Keesokan harinya ternyata dia terlambat dan sedikit jam karet dari perjanjian sebelumnya. Menunggu dipinggir jalan , di kota yang sama sekali belum aku kenal. Ah nikmati saja, toh selalu seperti ini. Pikirku. Tibalah ia tak jauh dari tempatku berdiri menunggu berpanas ria menantang matahari yang terik, bak ingin memberhentikan taksi aku melambai ke arahnya. Oke, begini ternyata tak jauh berbeda dari apa yang tersirat dari obrolan panjang itu. Yah mungkin sedikit lebih cerewet dan ternyata lebih banyak bicara dari apa yang aku bayangkan. Menyenangkan berkeliling kota saat itu dan saat siang mengasuh 2 anak yang aktif serta bermain bersama mereka. Saat senja mulai turun, ada rasa kenapa sang matahari cepat sekali terbenam? Apa ia bosan menemaniku seharian ini dan beranjak lebih cepat untuk beristirahat? Dan sekelumit rasa menghinggapi. Entahlah aku tak bisa mendeskripsikannya menjadi sebuah kata yang sesuai. Rasa itu tak beranjak pergi meskipun aku menutup pintu saat kembali ke rumah. Perjumpaan singkat itu sepertinya menggariskan sesuatu dalam buku gambaran hidup yang sedang aku jalani.

Dan akupun kembali ke populasi dimana manusia saling mencibir dan melakukan banyak hal untuk meraih kebahagiaan. Entah apa yang membuatku bahagia ketika tiba-tiba ada pesan untuk berhati-hati di jalan dan harap mengabari saat sudah sampai di rumah. Oke, ini sudah mulai berlebihan. Pikirku. Yah mungkin perasaan ini yang terlalu berlebihan, padahal itu biasa jika seorang teman khawatir. Entahlah, aku tidak mau berpikir panjang lagi dan menikmati perjalanan kembali ke kota dimana aku dilahirkan dan dibesarkan.

Dia, masih mengirimkan beberapa pesan setelah pertemuan itu. Entah hanya sekedar bercerita, atau saling mengejek, dan juga bertukar pikiran mengenai sesuatu hal. Saat itu aku sudah merasakan sepertinya ada yang salah pada diriku. Ada perasaan rindu saat tak bertegur sapa dan aku terlalu naif untuk mengakuinya. Sebenarnya, beberapa kali aku mengakuinya namun tentu tidak ditanggapi serius olehnya. Sampai suatu ketika ada yang sedikit berubah pada dirinya. Entah kenapa. Jaga jarak? Atau mungkin aku yang terlalu mengganggu kesibukannya. Entahlah. Saat perubahan itu terjadi, semakin sadar bahwa aku harus terbangun. Hey!! Wake up!! Thats just a dream you cant reach!! Terpikirkan saat itu sebelum jauh terpuruk dalam mimpi sebaiknya aku sudahi saja sebelum semua menjadi mimpi buruk yang tak kunjung padam. Lalu ku pilih jalanku, jalan yang menurutku benar, menjauh. Ya menjauh. Menjaga agar mimpi masih dalam batas realistis, memagari rasa agar tidak berkembang semakin besar, mengunci hati agar tidak retak untuk kesekian kali. Dunia terlalu luas jika aku harus terpuruk karena rasa untuk kesekian kalinya. Saatnya kini bangun dan meletakkan asa dan harapan diatas pedang bernama kenyataan. Realistis dan logis.

 

 

 

 

 

 

-yakinlah bahwa Tuhan memberikan cinta saat kamu membutuhkannya, terkadang cinta yang kamu inginkan tidak berpihak padamu dan percayalah bahwa Tuhan telah menyimpan satu yang terbaik untuk menemani hidupmu kelak-

(Bukan) Surat Cinta Untuk Pria Hujan #LatePost

Hai pria hujan, apa kabarmu disana?

Apakah menyenangkan setelah aku tidak menghubungimu lagi, sayang?

Ups… Masih bolehkah aku memanggilmu sayang? Tidak untuk membuatmu kembali lagi atau memaksamu menyayangiku juga, hanya sebuah sapaan yang lebih menyenangkan (^_^)

Apa kabar adikmu yang baru lulus pelatihan dan kabar bapak ibu?

Terlihat menyenangkan melihat foto yang dirimu upload di jejaring sosial ini 🙂

Ibu cantik ya… Terlihat dari raut wajahnya yang tetap bahagia walau tertutup gerutan usia

Bapak juga gagah, tidak heran dirimu membawa beberapa genetik mereka ^^

Ah, sudah lama aku tidak bercengkrama denganmu ya…

Masihkah mungkin kita bercengkrama seperti dulu, sayang?

Tertawa dan saling mengolok-olok dalam canda yang berujung aku gigit lenganmu itu.hehehe

Oiya pria hujan, ada salam yang harus aku sampaikan untukmu dari kawan kita yang bertemu di Magelang.

Mereka menanyakan kabarmu padaku kemarin, dan tentu saja aku jawab dengan: kabarmu baik-baik saja 🙂

Mereka juga menanyakan mengapa kita terlihat tidak pernah bertegur sapa lagi dalam dunia maya.

Untuk pertanyaan yang satu itu tidak dapat aku jawab, hanya bisa terdiam dan membisu.

Sedikit pilu saat mereka menanyakan hal itu, menunduk. Ya, aku hanya menunduk menahan tidak terulang lagi kejadian malam itu ketika air menetes dari kedua mataku.

Tapi aku jawab: dirimu sedang sibuk dengan teman-temanmu dan sedikit membatasi untuk berhubungan lagi denganku. Untunglah mereka tidak bertanya lagi lebih lanjut setelah itu 🙂

Setelah dirimu menjawab pertanyaanku kemarin lalu, entah apa yang terjadi dengan perasaanku…

Tenang? Tidak, Sedih? ya, Senang? sedikit, Bingung? ya mungkin lebih bingung mengenai perasaanku ketika tahu disampingmu belum ada wanita yang mendampingimu.

Aku tahu banyak wanita disisimu saat ini, seperti saat dulu. Tidak heran karena dirimu begitu hangat kepada wanita dan memberi banyak harapan pada mereka 🙂

Hai pria hujan, disini aku masih menunggumu untuk bercerita tentang wanita yang mengisi hatimu meskipun itu menyakitkanku lebih dalam lagi tapi akan sangat menenangkanku.

Maafkan aku atas kecerobohanku dalam banyak hal ya sayang…

Berharap dirimu kembali mungkin akan jadi sesuatu yang mustahil bagiku…

Jadi kali ini mungkin aku lebih baik mendoakanmu mendapatkan wanita idamanmu yang dirimu inginkan 🙂

Terlalu banyak yang aku tuliskan saat ini bagimu.

Mungkin pula tak berarti suratku ini untukmu.

Mungkin juga tidak akan dirimu lihat, karena surat ini hanya dirimu yang bisa melihatnya 🙂

Tidak mengapa, setidaknya aku sudah berbincang banyak padamu untuk melepas beban di pundakku ini

Semoga dirimu selalu bahagia dimanapun dan kapanpun, wahai pria hujan ^^

With love,

Wanita Yang Tidak Dapat Menjangkaumu